Touch My Hand, David Archuleta lyric

Saw you from the distance,
Saw you from the stage,
Something ’bout the look in your eyes,
Something ’bout your beautiful face,
In a sea of people,
There was only you,
I never knew what this song was about,
But suddenly now I do,

Trying to reach out to you,
Touch my hand,
Reach out as far as you can,
Only me, only you, and the band,
Trying to reach out to you,
Touch my hand,

Can’t let the music stop,
Can’t let this feeling end,
Cause if I do it’ll all be over,
I’ll never see you again,

Can’t let the music stop,
Until I touch your hand,
Cause if I do it’ll all be over,
I’ll never get the chance again,
I’ll never get the chance again,
I’ll never get the chance again,

I see the sparkle of a million flashlights,
I wonder why all the the stars,
But the one that’s shining out so bright,
Is the one right where you are,

Trying to reach out to you,
Touch my hand,
Reach out as far as you can,
Only me, only you, and the band,
Trying to reach out to you,
Touch my hand,

Can’t let the music stop,
Can’t let this feeling end,
Cause if I do it’ll all be over,
I’ll never see you again,

Can’t let the music stop,
Until I touch your hand,
Cause if I do it’ll all be over,
I’ll never get the chance again,
I’ll never get the chance again,

Saw you from the distance,
Saw you from the stage,
Something ’bout the look in your eyes,
Something ’bout your beautiful face,

Can’t let the music stop,
Can’t let this feeling end,
Cause if I do it’ll all be over,
I’ll never see you again,

Can’t let the music stop,
Until I touch your hand,
Cause if I do it’ll all be over,
I’ll never get the chance again,
I’ll never get the chance again,

Trying to reach out to you,
Touch my hand, (I’ll never get the chance again)
Reach out as far as you can, (I’ll never get the chance again)
Only me, only you, and the band,
Trying to reach out to you,
Touch my hand,
Yeah, yeah

ASI MENAMBAH LEZAT MASAKAN ?

Air Susu Ibu yang lazimnya diminum oleh bayi, ternyata diklaim dapat menambah kelezatan makanan. Adalah Hans Locher, pemilik restoran Storchen di kawasan elite Winterthur, Zurich. Ia membuat terobosan dengan menambahkan ASI saat merebus daging, memasak sup, dan menggunakannya untuk menu lainnya. Locher bahkan mencoba mebuat satu jenis masakan yang 75 % bahannya adalah ASI, “Kita dibesarkan dengan ASI. Jadi mengapa kita tidak memasukkan ke dalam menu makanan kita?” ujarnya. Dia mengaku kali pertama bereksperimen dengan ASI ketika anak perempuannya baru lahir.
Inovasi Locherpun mendapat reaksi dari media setelah ia memasang iklan untuk mencari pendonor ASI, dimana dalam iklannya disebutkan ia akan membayar USD 14,50 (kurang lebih Rp 135.000) per satu liter ASI. Badan Pengawas Makanan Swiss pun dibuat bingung menentukan apakah penggunaan ASI pada menu makanan ini aman untuk dikonsumsi, “Manusia tidak termasuk ke dalam daftar penghasil susu yang aman untuk dikonsumsi, seperti susu sapi atau kambing. Namun, manusia juga belum termasuk spesies terlarang pemasok susu, seperti kera atau hewan primata lainnya,” papar Rolf Elter dari Labolaturium Badan Pengawas Makanan Zurich.
Reaksi keras datang dari konselor breastfeeding Zurich, yang menyatakan proyek Locher sangat tidak etis. “Menjual ASI untuk tujuan komersial bukanlah sebuah ide yang bagus. Para ibu akan lebih mengutamakan kepentingan komersial daripada anak-anaknya,” ungkap juru bicara lembaga itu. Lebih jauh ia menyatakan bahwa ASI secara khusus mengandung nutrisi yang baik untuk bayi, bukan untuk orang dewasa.
Setelah diserang publikasi besar-besaran, tampaknya Locher akan menyerah dengan proyeknya tersebut. Ia tidak menyangka akan mendapat reaksi bertubi-tubi dari berbagai pihak.”Saya tidak pernah menyangka akan mendapat perhatian media sebanyak ini,” ujar Locher.

2:48 PM 8/15/2008