LIMBAD = CRISS ANGEL…?

Ngomongin tentang Limbad emang nggak ada habisnya. Seperti yang satu ini. Setelah selesai melakukan aksi keduanya dalam The Master edisi Jum’at kemarin (01/05) host Nico Siahaan sempat mengatakan bahwa aksi Limbad yang ekstrem juga pernah dilakukan seorang ilusionis terkenal, yakni Criss Angel. Benarkah Limbad sama dengan Criss Angel? Entahlah, namun yang aku tahu sih, mereka sama sering melakukan aksi-aksi yang ekstrem. Criss Angel adalah ilusionis terkenal yang juga pernah berpacaran dengan aktris cantik Cameron Diaz. Aksi-aksi Criss Angel juga pernah tayang di Trans7, judulnya kalau nggak salah Mindfreak, cuma aku agak lupa kapan tepatnya. Namun beda antara mereka berdua adalah, ketika beraksi Criss Angel tidak pernah melakukan “aksi diam” seperti yang dilakukan Limbad, penampilannya juga modis plus tubuh atletis (hhmmm). Dalam acara yang mempertontonkan aksinya, Criss Angel juga jadi pengisi sountracknya. Beberapa aksinya yang pernah aku tonton juga ekstrem-ekstrem, seperti mengangkat mobil sendirian, dilindas mobil, berjalan di atas air, nyetir mobil dengan mata tertutup rapat tanpa nabrak, menembus kaca, dan masih banyak lagi, salah satunya seperti jadi video simpananku, maunya sih bakal aku upload disini, tapi nggak muat, kegedean memori, tapi video dibawah ini sama kayak punyaku kok…

THE MASTER : JOE SANDY vs LIMBAD

310_390x225

Final battle antara dua juara dari masing-masing season dalam acara The Master ( Mencari Bintang Tanpa Mantra ) yang ditayangkan RCTI kemarin malam ( Jum’at, 1 Mei ’09 ) berlangsung seru dan beda! Pokoknya, bagi kamu yang suka sama hal hal yang berhubungan dengan aksi sulap, magic atau apalah. Rugi deh kalau nggak nonton The Master edisi kemarin. Pertarungan antara Joe Sandy yang tak lain adalah pemenang dari The Master season 1 dengan Limbad yang juga menjadi pemenang The Master season 2 berlangsung heboh, dahsyat, aduuuh pokoknya benar-benar menghibur. Penampilan pertama disugukan oleh Joe Sandy, pria yang juga dujuluki sebagai Master of Number mengawali penampilan dengan permainan yang sederhana, bahkan mungkin seperti permainan anak-anak pada umumnya, yaitu menggabungkan permainan teka-teki silang ( tts ) dengan permainan puzzle, cukup mudah bukan? Tapi tidak jika kedua hal sederhana tersebut dilakukan dengan cara yang dilakukan Joe. Joe Sandy mempersilahkan kepada salah seorang penonton untuk memilih tts edisi terserah. Lalu Joe menutup matanya dengan kain hitam sambil diberi pertanyaan oleh penonton tsb tentang soal-soal yang ada di dalam lembar tts yang sudah dipilih, tapi ada batas waktunya juga loh. Dimana jika bel sudah berbunyi, ia harus lari ke luar studio untuk menyusun sebuah puzzle yang sudah diacak-acak. Joe-pun bergantian antara mengerjakan tts dengan menyusun puzzle plus lari-lari buat keluar masuk studio, Emang sih, kelihatannya sederhana banget dan gampang, tapi hal itu ( mengisi tts dan menyusun puzzle ) nggak bakal mudah dilakukan kalau kita dalam tekanan, capek, dan harus tetap fokus untuk konsentrasi. Nah, disitulah kelebihan Joe. Sementara pada aksi Limbad kali ini masih seperti aksi-aksi Limbad sebelumnya, ekstrem, gila, pokoknya nggaak biasa-lah. Dalam aksi pertamanya, Limbad berusaha menarik truk kecil yang terisi penuh para pendukunganya dengan rambutnya yang sudah ia kucir terlebih dahulu lalu rambutnya disambungan lagi dengan tali tampar yang tersambung langsung pada mini tuck tersebut. Limbad-pun dapat menjalankan aksinya dengan lancar. Pada aksi pertama kedua calon The Master tersebut, Romy Rafael cenderung mendukung Limbad, karena ia menganggap aksi Joe Sandy kurang persiapan dan boring. Raffi Ahmad yang menjadi juri pada malam kemarin juga memuji aksi ekstrem Limbad dan Joe Sandy. Sementara Melisa Karim juga idem dangan Raffi. Tapi, Deddy Corbuzier tidak sependapat dengan Romy yang mengatakan aksi Joe boring, ia malah mendukung Joe Sandy sebagai The Master.
Hal berbeda terjadi pada aksi kedua. Joe Sandy kali ini kembali menujukkan kepiawaiannya dalam hitung-menghitung angka, bahkan sampai perkalian empat digit hanya ia selesaikan dalam waktu singkat. Joe Sandy juga mengundang tiga “ahli” matematika, salah satunya adalah bocah laki-laki peraih olimpiade matematika internasional yang masih sangat belia. Dan benar, setelah dicocokkan dengan hitungan ketiga ahli matematika tersebut, terbukti bahwa hitungan Joe Sandy akurat dan benar. Dalam aksi keduanya, Romy Rafael mengaku menyukai aksi Joe, begitu juga Raffi dan Melisa yang dibuat “meleleh”, namun Deddy Corbuzier mengaku bahwa aksi Joe juga dapat ia lakukan. Nico Siahaan, selaku host-pun menantang Deddy untuk melakukannya melawan Joe. Keduanya lalu diberi soal akar-akaran oleh Melisa Karim plus perkalian sampai empat digit! Dan mereka menyelesaikan hanya dengan waktu yang singkat, selesai juga barengan. Keduanya terbukti benar, setelah jawaban tersebut dihitung Melisa dengan kalkulator! Wah pinter banget!!!
Aksi kedua Limbad lebih ekstrem lagi, di luar studio dengan telanjang dada, ia meminta agar beberapa sling ( pengait dengan bentuk mirip huruf “J” yang tajam ) ditancapkan di daging punggung belakangnya! Ngeri… Proses penancapan slingnya aja udah bikin begidik… Aduh ngeri pokonya kalau dingat-ingat lagi. Setelah semua sling sudah menancap, sebuah mobil mirip mobil keruk mengangkat tubuh Limbad. Ia pun “terbang” hanya dengan pengait yang jelas-jelas menancap di punggung belakangnya! Ketika diturunkan, Limbad sempat terkulai lemas beberapa saat, anak sama istrinya aja sampai nangis, karena mereka bilang kalau aksi Limbad kali ini tanpa latihan. Begitu sampai di panggung The Master, ibu Limbad juga sempat naik panggung, adegan layaknya film drama yang haru pun sempat terjadi. Limbad juga sempat berkaca-kaca seakan mau menangis. Romy mengaku bingung menetukan siapa yang layak menjadi The Master. Raffi yang biasanya cerewet pun dibuat speachless dengan aksi Limbad kali ini. Melisa Karim juga tak ketinggalan memuji Limbad. Deddy punya pendapat lain, ia mengatakan bahwa aksi Limabd kali ini terlalu ekstrem, Deddy juga berkata “Ketika saya tanya Joe tentang bagaimana cara kamu mengalahkan Limbad, Joe menjawab ia akan mengadalkan otaknya untuk mengalahkan kekuatan otot Limbad. Sementara ketika saya tanya pada Limbad, apa yang akan kamu lakukan untuk mengalahkan Joe? Limbad menjawab, apa saja. Membandingkan Limbad dengan Joe sama saja membandingkan antara musik jazz dengan musik rock, atau sama dengan membandingkan buah apel dengan buah durian…”

Limbad akhirnya bicara…
Selain melakukan aksi-aksi yang ekstrem, Limbad juga dikenal dengan gaya khasnya ketika dipanggung, yakni aksi tanpa bicara, tapi setelah dalam penampilan-penampilan sebelumnya selalu “bisu”, kemarin malam Limbad akhirnya berbicara. Setelah disodori microphone oleh Nico, Limbad masih terdiam beberapa saat, hingga ia mengatakan “Terima Kasih…”

Well, baik Joe ataupun Limbad memang sama-sama memiliki kemampuan “super” yang belum tentu ada pada manusia lainnya. Membandingkan mereka berdua layaknya membandingkan Maliq and D’essential dengan My Chemical Romance. Mereka sama-sama memiliki kekuatan “super” dibidangnya masing-masing, dan sama-sama pantas menjadi The Master. Yah… siapapun The Master-nya, semoga adalah yang terbaik. Andalah yang menentukan…